Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

putri hana nurbaeni

Rabu, 05 Maret 2014

untuk

assalamu'alaikum.. temen -temen ..
untuk postingan selanjutnya, mungkin aku akan banyak mengutip dari ustadz +Felix Siauw , karenaa.. aku sering buka twitternya (stalker) dan aku ingin ustadz ngerangkum semua tweet nya buat diposting di blog - lumayan juga kan, sebagai media dakhwah,.. yaa walaupun gak seberapa,  dan bukan tausiyah dari aku, (read: aku belum bisa bertausiyah) jadi aku pakai tausiyah orang lain yang semoga bisa memotivasi temen-teman juga buat menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya, samaan kok, aku juga sedang dalam proses [erbaikan diri, hehee.. ._.v jadi intinya.. kita sama-sama memperbaiki diri untuk mendapatkan orang yang baik jugaa :D
aku punya blog itu dua. yg satu khusus buat diary online aku, tapi aku juga belum istiqomah nulis sih .. hehee.. jadi punya blog dua itu repot ternyata, bingung juga mau diisinya apa. wkwk
oiaa kalo temen - temen punya kisah/pengalaman/cerita yg ingin di publikasikan di blog aku, silahkan ajaa.. dan temen- temen gak usah takut dengan hak cipta, karena gak akan sembarang orang bisa copy-paste :)
terimakasih atas partisipasinya yaa ^,^v
wassalamu'alaikum..

Minggu, 02 Maret 2014

cerita PRAMUGARI teladan

gak tau kenapaa.. aku suka stalker tweet nya ust +Felix Siauw dan suka merangkum semua tweetnya, entah itu tentang apapun jugaa.. karena sangat menarik (bagi aku) dan.. yaa begitulah.. aku ingin membagikannya buat temen-temen semuaa yang kurang sempet buat stalker ust felix, jadi.. cek this out.!! :D

bulir-bulir airmata pramugari itu mengalir seiring kata-katanya yang terpatah-patah | "aku ingin berhijab tadz" begitu katanya..
hari itu 28/02 aku ada di lambung burung besi | melompat dari satu kota ke kota yang lain, sebagaimana biasanya. entah mengapa aku tak pernah nyaman berada kecuali di kursi lorong | enggan aku menengok jendela apalagi terjepit di tengah dari tempat dudukku 33F yang artinya tengah pesawat | aku bebas memandangi isinya namun lebih tertarik pada buku yang baru kubeli
tak lebih dari 3 hari kubaca, aku sudah sampai halaman 75 | waktu terbaik membaca memang saat terbanng pikirku. pramugari melayani penumpang seperti baisa, "nasi ayam atau ikan? mau minum apa?" | pertanyaan sama yang entah berapa kali kudengar
aku tak bernafsu makan mengingat lingkar perut yang terus mengkhawatirkan | kuputusan memesan secangkir jus jambu merah kotakan saja
ritual penerbangan selesai, akupun larut lagi di lembaran tulisan | tiba-tiba ada pramugari berlutut disampingku seraya ucapkan salam
wajahnya penuh kekhawatiran, sepertinya dari tadi dia kumpulkan segenap kekuatan untuk menyapaku | "assalamu'alaikum ustadz.."
sebenarnya malu aku dipanggil ustadz, ilmu belum ada apa-apanya | namun menjelaskan ke satu-persatu orang juga menyulitkan
"wa'alaikumussalam.. ya mbak?" | lalu dia pun memperkenalkan diri, katanya dia sudah bertanya berkali-kali lewat email belum terbalas
begitulah, kondisiku tak memungkinkan menjawab email satu persatu | ada ratusan yang meminta respon via FB, twit, email, mustahil..
sebagai pengemban dakwah, penulis, pebisnis, ayah 4 anak dan suami dan manusia biasa | waktu justru hal yang paling sulit dicari
pramugari itu kenalkan diri, Putri nama samarannya, dia menanti jawaban | sementara penumpang lain melihatku, membuatku tak nyaman
pramugari berbicara serius dengan penumpang bukan pemandangan yang kau lihat setiap hari | karenanya aku terdorong untuk segera jawab
"setelah turun saja ya mbak?" | "wah saya terbang balik lagi setelah ini" | "mm.. enaknya gimana ya?" | "boleh minta hp ummi aja tadz?". aku menuliskan sederet nomor buat Putri, "ini mbak, silakan aja kalau mau ngobrol" | Putri pergi dan aku asyik lagi menikmati bukuku
tak lama lagi, Putri kembali menghampiriku | "ustadz, boleh ngobrol dibelakang? temen-temen mau menyediakan ruang kok"jadilah aku dan Putri serta pramugari lain berbicara dibelakang kabin pesawat | dan ia pun memulai ceritanya dengan terisak..
"dulu saya bangga jadi pramugari, tapi semenjak saya suka denger ceramah dan belajar agama, saya jadi menyesal dan tertekan"
"saya nggak bisa menaati Allah dengan berhijab, dan saya sulit untuk shalat tadz.. saya merasa menduakan shalat..."
saya mendengarkan, tak memotong, walau pikiran saya berkelebat | bukan saya tak tahu gaya hidup pramugari, namun tetap mendengarkan
Putri kembali bercerita keinginannya yang kuat untuk berhijab dan menaati Allah | bahkan selesai bertugas ia mempertahankan berhijab. "saya ingin untuk berhenti tadz dari pekerjaan ini, tapi saya dikenai penalti puluhan juta, dan saya bukan orang berada" isaknya lagi. "belum lagi orangtua yang malah mendukung dan bangga saat saya menjadi pramugari, saya takut mengecewakan mereka" tangisnya semakin jadi
sekitar 10 menit saya mendengarkannya dengan teman-teman pramugarinya jadi saksi bisu | masyaAllah, ada hamba-Mu yang mau taat pada-Mu
begitulah hati yang dekat bila sudah mendekat pada...